default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Jember Kota Santri Marak Kriminalitas, Segera Tuntaskan!

Jember Kota Santri Marak Kriminalitas, Segera Tuntaskan!
Suara Pembaca
Penulis: Ulfiatul Khomariah
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Oleh : Ulfiatul Khomariah

(Freelance Writer, Founder Komunitas Ideo Media)

Jember. Siapa yang tak mengenal kota Jember? Banyaknya pesantren didalamnya menjadikan Jember seringkali dijuluki sebagai kota santri. Tidak hanya itu, Jember juga dikenal banyak melahirkan tokoh dan ulama nasional.

Pesantren-pesantren tersebut menjadi petunjuk tentang religiusitas kota tembakau ini. Bahkan Pemkab Jember sendiri sudah menjuluki diri sebagai kota relijius sejak lama.

Namun sayangnya, kota santri ini kini telah mengalami krisis keamanan yang tinggi. Angka kriminalitas di Kabupaten Jember tahun 2018 lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2017.

Berdasarkan pemaparan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam konferensi pers analisa dan evaluasi kinerja Polres Jember tahun 2018, diketahui angka kriminalitas tahun 2018 mencapai 1.810 kasus.

Sedangkan tahun 2017, laporan yang masuk mencapai 1.761 kasus. “Sebagai bentuk transparansi kami kepada masyarakat atas kinerja setahun kami, maka kami melakukan pemaparan hasil analisa dan evaluasi tahun 2018. Untuk laporan tindak kriminalitas yang kami terima, tahun 2018 memang ada kenaikan dibandingkan tahun 2017,” ujar Kusworo, Senin (31/12/2018).

Sementara itu, untuk indeks kriminalitas di Jember tahun 2018 masih didominasi oleh kasus peredaran narkoba dan penipuan. Lima besar tindak kriminalitas dalam indeks kriminalitas tahun 2018 di Jember adalah peredaran narkoba (311 kasus), penipuan (258 kasus), pencurian dengan pemberatan (239 kasus), pencurian kendaraan bermotor (151 kasus), dan penganiayaan berat (140 kasus). (surya.co.id).

Sungguh sangat memprihatinkan sekali, Jember yang terkenal sebagai kota santri kini menjadi tempat menjamurnya kriminalitas. Hal ini sangat bertolak belakang dengan semangat Jember yang menamakan diri sebagai kota santri, kota religius. Kita semua pasti berharap agar label kota santri ini tidak sampai ternodai oleh perilaku yang tidak islami.

Terlebih peredaran narkoba, hal ini sangat berbahaya bagi generasi bangsa. Dampak merusak luar biasa akan terjadi dan menjadi biang tindakan kriminal. Karena narkoba ibaratkan virus yang mematikan dan menyerang seluruh sel-sel tubuh.

Dampak dari narkoba tak hanya membunuh penggunanya tetapi juga akan menimbulkan perilaku amoral seperti pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, dll. Sungguh ini akan sangat meresahkan bagi kita semua.

Ditambah lagi dengan kasus penipuan dan pencurian kendaraan bermotor, hal ini harus segera dituntaskan. Berbicara tentang kasus penipuan dan pencurian kendaraan bermotor di Jember rasa-rasanya setiap tahun selalu ada, terlebih pencurian itu sering terjadi di daerah kampus Jember, bahkan penulis sendiri pernah menjadi korban pencurian motor di Jl. Halmahera Jember. Sungguh ini sangat meresahkan bagi kita semua.

Melihat kondisi ini, tentunya Kapolres Jember tak tinggal diam. Banyak upaya yang dilakukan dalam rangka menanggulangi masalah ini. Bahkan beberapa kali hukuman berat dijatuhkan kepada para perilaku kriminal dan beberapa pun telah dipenjara. Namun, kasus kriminalitas seolah tak pernah berhenti dan malah tumbuh subur di kota santri ini.

Masalah kriminalitas tidak hanya merugikan individu, namun juga meresahkan masyarakat dan negara. Ini merupakan masalah sosial sistemik dan harus diselesaikan dengan cara sistemik juga. Karena pada faktanya, berbagai progam yang telah dilakukan ternyata tidak mampu mengatasi masalah kriminalitas di tingkat kota bahkan negara.

Terbukti dari tren kasus kriminalitas mengalami peningkatan di kota Jember, dan ini sangat memprihatinkan terlebih predikat Jember sebagai kota santri.

Jika kita analisis lebih mendalam lagi, tingginya angka kriminalitas ini dipicu oleh dua faktor. Pertama, faktor ekonomi, semakin tinggi angka kemiskinan maka semakin tinggi pula angka kejahatan itu. Tingginya angka kemiskinan membuat siapa saja melakukan tindak pidana demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Kedua, minimnya ilmu agama, semakin minim pengetahuan masyarakat terhadap agama maka semakin tinggi pula penyimpangan sosial yang dilakukan termasuk dalam tindakan kriminal. Persoalan inilah yang sejatinya harus ditangani dan menjadi fokus bagi pemerintah.

Tentu tidak apik dalam pandangan jika Jember yang dilabeli kota santri ini marak kasus kriminalitas, hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Maka mengatasinyapun perlu solusi yang pas dan tepat hingga masalah terbabat habis.

Sejatinya pengentasan masalah kriminalitas bukan hanya tugas kepolisian saja, tetapi juga tugas pemerintah dan tugas kita semua sebagai warga negara. Mengatasinya pun memerlukan upaya yang berkesinambungan antara keluarga, masyarakat, dan negara. Terutama Jember dengan labelling sebagai kota santri tentu harus mengunggulkan sisi keislamannya.

Upaya yang bisa digunakan adalah menciptakan suasana ketakwaan di tengah keluarga, masyarakat dan Negara. Mendorong setiap individu menjadikan hidupnya berlandaskan aqidah. Sehingga orang tidak akan terjerumus untuk melakukan penyimpangan sosial dan tindak kriminal, karena perilaku tersebut adalah hal yang dilarang Allah SWT.

Dorongan ketakwaan pula yang akan menjadikan orangtua berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan aman di dalam keluarga sehingga anggota keluarga tidak mencari pelampiasan lain seperti mengonsumsi narkoba dan yang lainnya.

Di sisi lain, masyarakat dengan dorongan ketakwaan yang tinggi akan menjadi lingkungan yang kondusif dalam mencegah perbuatan yang dilarang agama termasuk kriminalitas yang sangat merugikan bagi kita semua.

Negara juga memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat serta memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dengan menerapkan nila-nilai islam dengan sempurna. Karena ada pepatah mengatakan, rakyat tergantung dari pemimpinnya, jika terjadi kerusakan di masyarakat maka lihatlah siapa yang pemimpinnya.

Selain itu harus ada upaya pencegahan dengan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku tindak kriminal. Hukuman yang diberikan harus mampu menimbulkan efek jera bagi pelaku maupun calon pelaku.

Hukuman tidak boleh tebang pilih dan harus diterapkan seadil-adilnya. Terakhir, karena Jember merupakan kota santri maka sudah selayaknya mengunggulkan sisi keislamannya, mengaktifkan kajian-kajian keislaman dan mendorong masyarakat dengan ketakwaan kepada Allah Swt. Wallahu a’lam bish-shawwab...

 


Kontributor : Suara Pembaca
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar